Sunday, July 18, 2010

BRI Dominasi Penyaluran KUR

Jakarta, beritabaru.com - Bank Rakyat Indonesia (BRI) jadi andalan dalam penyaluran kredit bagi usaha kecil, mikro dan menengah. Belum lama ini BRI menyalurkan kredit di wilayah Blitar, yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama BRI ke para nasabah di wilayah tersebut.

Keberadaan KUR disadari dapat membantu bagi para pelaku UMKM yang belum bankable untuk meningkatkan akses pembiayaan ke bank dan koperasi. Oleh karenanya pemerintah benar-benar mengharapkan KUR dapat berperan sebagai sarana bagi para pengusaha kecil untuk menumbuhkembangkan usahanya. Salah satu upaya dukungan pemerintah kepada KUR ini adalah meningkatkan akses pembiayaan UMKM kepada bank.

Adanya KUR sangat membantu bagi para pelaku UMKM yang belum bankable sehingga dapat dilayani sesuai ketentuan komersial perbankan yang diharapkan dapat menjadi embrio debitur komersial. Hari ini (4/5) Direktur Utama BRI menyerahkan KUR secara simbolis kepada calon-calon nasabah KUR yang mewakili beragam jenis usaha di Blitar. Penyerahan KUR ini disaksikan oleh Wakil Presiden Boediono.

Kredit Usaha Rakyat memang sangat dibutuhkan oleh para pengusaha kecil karena pola kredit yang diberikan KUR tidak terlalu rumit dan dianggap cukup sederhana bagi para calion nasabah KUR. Apalagi dengan konsep KUR saat ini yang pro poor, pro growth dan pro job, memang tepat dan sesuai sasaran serta kebutuhan bagi para pengusaha kecil.

Sampai dengan Februari 2010, penyaluran KUR telah mencapai Rp.17,8 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 2.505.246 orang sehingga rata-rata kredit per debitur sebesar Rp.7,14 juta.

Dari total kredit tersebut, di sisi penyaluran KUR, BRI merupakan bank penyalur KUR terbesar dengan Rp.13,4 triliun atau 74,97% dari total KUR Nasional yaitu Rp.17,88 triliun. Bank lain yang melakukan penyaluran KUR berturut-turut adalah Bank BNI Rp.1,553 triliun atau 8,69%, Bank Mandiri sebesar Rp.1,509 triliun atau 8,44%, dan sisanya terbagi kepada BTN, Bukopin dan Bank Syariah Mandiri.

Dari jumlah debitur, BRI tetap mendominasi yaitu 2.446.475 debitur atau 97,56% dari jumlah debitur KUR secara nasional yaitu 2.505.246, Bank Mandiri sebanyak 36.788, Bank BNI sebanyak 11.712 dan sisanya terbagi kepada Bank Syariah Mandiri, Bukopin dan BTN.

Sementara itu, sampai dengan Maret 2010 jumlah debitur KUR BRI di Propinsi Jawa Timur adalah sebanyak 467.943 orang dengan total penyaluran KUR Rp.2,11 triliun. Khusus kota Blitar penyaluran KUR adalah Rp.152,3 milyar atau 7,22% dari total KUR Propinsi Jawa Timur.

Secara nasional peningkatan status nasabah yang bermigrasi dari nasabah KUR menjadi debitur kredit komersial adalah sebesar 364.375 orang dengan total plafond Rp.2,87 triliun. Jumlah debitur migrasi khusus untuk Propinsi Jawa Timur adalah 35.715 orang dan untuk Kantor Cabang Blitar adalah sebanyak 11 orang. Hal ini membuktikan bahwa KUR merupakan solusi bagi para pengusaha UMKM dalam memberikan acessibility pinjaman ke bank untuk mengembangkan usahanya.

Oleh karena itu sudah selayaknya setiap Pemerintah Daerah Tingkat II semakin mempererat kerja samanya dengan BRI dalam pengembangan ekonomi di wilayah masing-masing. Karena BRI dalam tahun 2010 tetap akan fokus dalam mendorong pengembangan bisnis/perekonomian UMKM yang selama ini menjadi bisnis utama BRI(*)
sumber : beritabaru.com

No comments: