Monday, March 21, 2011

Menteri: Penyaluran KUR Lebihi Target

INILAH.COM, Jakarta - Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) jauh melebihi target dari Rp3,5 triliun menjadi Rp3,82 triliun per 3 Maret 2011.

Hal itu disampaikan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Jumat (4/3). "KUR jauh melebihi dari perkiraan. Dari target Rp3,5 triliun sekarang Rp3,82 triliun per 3 Maret 2011," kata Mustafa di kantornya Jumat (4/3).

Mustafa menuturkan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan penyaluran KUR terbesar senilai Rp2,5 triliun per 3 Maret 2011. Bank Perkreditan Daerah (BPD) mencatatkan kredit sebesar Rp512 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan KUR sebesar Rp332 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan KUR sebesar Rp227 miliar, Bank Bukopin menyalurkan KUR sebesar Rp66 miliar, BTN menyalurkan KUR Rp45 miliar, dan Bank Syariah Mandiri menyalurkan kredit sebesar Rp96 miliar.

Per Januari 2011, penyaluran KUR mencapai Rp1,86 triliun dan per Februari 2011 mencapai Rp1,96 triliun.

Seperti diketahui, Kementerian BUMN menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp20 triliun pada 2011. Penyaluran KUR diperkirakan mencapai Rp17,22 triliun pada 2010. [cms]

Mandiri Tambah Penyaluran Kredit Usaha Rakyat

JAKARTA : Bank Mandiri siap meningkatkan penyaluran kredit usaha rakyat tahun ini menjadi Rp2,5 triliun naik dari tahun lalu Rp2,02 triliun yang akan disalurkan mayoritas melalui pola linkage dengan menggandeng perusahaan yang memiliki usaha mikro kecil binaan.

SVP Business Banking Bank Mandiri Agus Fuad mengatakan penyaluran kredit usaha rakyat siap untuk ditingkatkan menjadi sekitar Rp2,5 triliun sebagai bagian dari rencana untuk penguatan di sektor pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah yang akan digenjot pada tahun ini.

Pembiayaan yang dijamin pemerintah itu sangat prospektif untuk terus dikembangkan yang didukung dengan porsi kredit bermasalah terkendali di bawah 1% sehingga potensinya masih sangat besar.

“Kami lebih banyak menyalurkan kredit usaha rakyat dengan pola linkage yaitu dengan menggandeng seperti bank perkreditan rakyat dan perusahaan yang memiliki binaan usaha mikro di daerah sehingga penyalurannya relatif lebih terkendali dan mudah diawasi,” ujarnya kepada Bisnis hari ini.

Agus memaparkan selain tingkat keamanan, penyaluran melalui linkage itu juga bisa membantu memperluas distribusi penyaluran kredit hingga ke daerah meskipun tidak terdapat jaringan kantor Bank Mandiri.

Untuk itu, katanya, penyaluran kredit usaha mikro itu akan dioptimalkan dengan pola linkage serta inti plasma untuk sektor pertanian dan perkebunan agar distribusinya lebih tepat sasaran serta risiko gagal bayar relatif bisa dikendalikan.

Pada tahun lalu, penyaluran kredit usaha rakyat Bank Mandiri sebesar Rp2,02 triliun melampaui dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp1,84 Triliun. Sedangkan total penyaluran sejak 2007 mencapai Rp3,61 triliun yang diterima sekitar 74.000 pelaku usaha mikro dan kecil.

Distribusi pembiayaan itu mayoritas terserap ke sektor pertanian dan peternakan dengan porsi kredit mencapai 50,34% atau mencapai lebih dari 49.000 pelaku usaha, lalu ke sektor perdagangan sekitar 22.000 pelaku usaha (38,96%).

Bank Mandiri juga menyalurkan kredit usaha rakyat untuk usaha mikro yang dilayani melalui 1.200 jaringan kantor serta untuk KUR ritel dilayani melalui 177 jaringan kantor. Di samping itu, disediakan juga skema KUR bagi tenaga kerja Indonesia. (ra)

sumber : http://www.bisnis.com/ekonomi/mikro-ukm/15552-mandiri-siap-naikkan-kredit-usaha-rakyat-jadi-rp25-triliun

Jatim Serap KUR Paling Tinggi

| Serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Jawa Timur paling tinggi di tingkat nasional.

Data Kementerian Koordinator bidang Perekonomian RI mencatat pengguna KUR mencapai 3,8 juta dan hampir 800 ribu diantaranya dari Jatim.

Ada sekitar 500 Usaha Kecil menengah (UKM) yang memanfaatkan KUR dan mampu menaikkan levelnya menjadi usaha menengah. Bahkan serapan KUR di Jatim mampu mengurangi angka kemiskinan sampai 30%.

RENVIL ANTONIO Ketua Komisi B DPRD Jatim mengatakan pada MARTHA reporter Suara Surabaya, Kamis (17/03), untuk memperluas pemanfaatan KUR, pemerintah kabupaten/kota di Jatim diminta lakukan sosialisasi. Ini supaya semakin banyak masyarakat bisa manfaatkan KUR.

Sampai akhir Pebruari, serapan dana KUR di Jatim dari 5 bank penyalur mencapai Rp43 triliun lebih.

KUR banyak dimanfaatkan usaha kecil menengah di Surabaya, Malang, Jember, dan Kediri.(mar/ipg)